Pupular Post

Minggu, 24 September 2023

Update Status di Kalangan Perempuan

Young muslim businesswoman using smart phone talk to friend by videochat brainstorm online meeting while remotely work from home at living room.
foto by tirachardz

 

Up date Status di kalangan Perempuan

Remaja, kita semua tentu sudah merasakan kecanggihan teknologi pada beberapa tahun ini, dan beberapa di antaranya facebook, whatsap, line, telegram, dan lain sebagainya. Sejak tahun 1983 hp ditemukan oleh Martin Cooper, ia adalah seorang insinyur Amerika yang memimpin tim pada tahun 1972-1973, mereka melakukan panggilan telepon pertama dan bahkan digunakan hingga detik ini, kegunaan utama hp adalah untuk berkomunikasi jarak jauh. Namun remaja ini teknologi menjadi semakin berkembang, di antara banyaknya manfaat teknologi, salahsatu fasilitas lainnya adalah untuk berkomunikasi dan tentunya juga update status. Hal ini sangat ramai digunakan, dan bahkan oleh diri kita sendiri.

Update status biasanya lebih sering di kalangan perempuan, sehingga tak jarang pula laki-laki heran bahkan ada yang sampai berang karena keluarga atau pasangan perempuannya kerap Update status. Bagi seorang laki-laki mungkin ini menjadi sesuatu hal yang alay, tetapi sebenarnya apakah yang terjadi pada perempuan itu dan mengapa mereka senang meng update kesehariannya atau perasaannya ke dalam sebuah status di sosial media?

Pertama, perempuan yang suka meng Update status kan tentang diri sendiri, sudut pandang, perasaan , dan keseharian itu adalah kecanduan. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena mereka sering mengupdate atau mengecek perkembangan sosial media yang mereka miliki, mereka sering melihat dan menyaksikan satusama lain, dan bahkan ada yang mengikuti sedetil-detilnya tentang sesuatu hal, sehingga secara alamiah otak mereka akan bekerja sesuai dengan apa yang mereka lihat dan mencontoh atau melakukan hal yang serupa.

Kedua, mereka merasa memiliki kawan di dunia maya yang tidak akan melihat mereka menunjukkan emosi secara lansung, tetapi di sisi lain mereka menginginkan pertolongan pada dirinya. Artinya, mereka cenderung memiliki keinginginan untuk dilihat dan didengar tetapi mereka enggan untuk berterus terang dalam kehidupan nyata. Entah itu karena merasa sendiri, merasa tidak berani, tidak akan didengar, tidak akan dipedulikan, merasa akan kalah, dan lain sebagainya. Atau juga bisa digunakan sebagai media promosi, hal ini tentu lebih baik.

Beberapa di antaranya ada yang suka menunjukkan foto atau video tentang anak, makanan, jalan-jalan, pasangan, bisnis, dan tak jarang pula yang menggunakan tulisan sebagai media curhat atau menyindir seseorang atau suatu kelompok, juga pengalaman tentang suatu kejadian yang dianggap sebagai jalan berbagi pengalaman untuk memperoleh pelajaran.

Dalam hidup, kita tentu menyadari bahwasanya kita akan selalu berdampingan dengan resiko-resiko. Dalam kebiasaan mengUpdate status juga akan menimbulkan resiko tersendiri. Perempuan yang suka menunjukkan tentang perjalanan atau pengalaman kebanyakan akan memperoleh penghargaan dari teman-teman mayanya. Sementara itu ia tentu akan menjadi semakin bersemangat lagi terus mengUpdate status tentang itu.

Perempuan-perempuan yang suka mengupdate sesuatu kebahagiaan dan perolehan cenderug membutuhkan pengakuan akan suatu pencapaian yang ia peroleh. Entah itu kemesraan karena mendapat pasangan yang dianggap luar biasa, atau kenikmatan-kenikmatan duniawi seperti harta dan lain sebagainya.   Sedangkan perempuan-perempuan yang suka mengupdate tentang kehidupan pribadi, baik itu dengan video, foto, dan atau dengan tulisan, merupakan mereka yang merasa sendiri.

Perempuan merupakan mahkluk yang bisa dikatakan bengkok, ia cenderung menggunakan perasaan ketimbang akalnya. Hai itu menjadi bawaan lahiriah seorang perempuan. Perempuan suka didengar dan dianggap akan keberadaannya. Jika kebutuhan akan psikologisnya itu tidak terpenuhi, itulah yang menyebabkan ia mencari-cari cara untuk memenuhinya. Misalnya saja, dengan caara meng Update status, mereka beranggapan bahwa dengan menyampaikan lewat sosial media, akan ada seseorang yang berempati dengannya, mendengarkan ceritanya, bertanya tentang dirinya. Sehingga ia merasa bahwa ada oranglain yang memberikan perhatian terhadapnya, dan siapa sih orang yang tidak suka mendapatkan perhatian? Itulah sebabnya mengapa sebagian besar dari mereka menjadi kecanduan.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kegiatan-kegiatan ringan seperti itu, tetapi akan menjadi suatu persoalan lain jika yang diperoleh justru cemooh danctanggapan negative dari orang-orang yang tidak memahami psikologi atau keadaan jiwa seseorang. Karena sejatinya, seseorang yang memahami psikologi tidak akan komplain atau marah pada suatu apapun lagi karena ia memahami mengapa hal itu bisa terjadi dan mengapa seseorang melakukannya.

Akan tetapi tentu ada baiknya pula perempuan lebih bijak dan dalam  mengshare apapun untuk menjadi konsumsi publik. Agar tidak menjadi salah sasaran dan memperoleh resiko resiko lainnya. Karena apabila hal ini dilakukan secara terus menerus dan berlebihan juga akan menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental. Bagaimana tidak, ketika sudah terbiasa mengikuti perkembangan atau kehidupan orang lain di dunia maya, secara tidak sadar akan terbersit keinginan kita untuk menjadi seperti itu pula. Mungkin sebagian bisa mengatur emosinya dengan mengambil sisi baik dari apa yang mereka lihat, tapi tidak jarang pula perempuan menjadi lupa waktu karena terlalu asik menonton dan mengikuti kehidupan orang lain, bahkan ada yang sampai berangan-anagan “andai aku seperti dia”, hal ini tentu akan menjadi buruk.

Terus menerus mengikuti perkembangan Update status pada sosial media juga akan menimbulkan dua sisi yang berbeda. Positifnya, kita akan semakin banyak mengetahui perkembangan akan sesuatu hal, mungkin bisa melihat perkembangan tempat yang di Update status oleh teman, atau beberapa kejadian dan pengalaman yang di share  oleh teman-teman dunia maya. Di sisi lain juga ada negatifnya, yaitu akan menjadi kecemasan bagi perempuan yang tidak  dapat mengatur kestabilan mentalnya akan suatu informasi yang diperoleh. Misalnya saja jika ada yang meng Update status tentang suatu kejadian yang terjadi di suatu tempat atau yang terjadi di sekitar mereka.

Bahkan ada perempuan yang sudah menjadi ibu mudah marah pada anaknya ketika melihat status seseorang bukan? Padahal itu tidak terjadi pada anaknya atau kehidupan pribadinya. Untuk itu, mari kita lebih bijak dalam memililah apa-apa saja yang akan kita share dan bijak dalam mengendalikan diri kita sendiri ketika kita tidak bisa dijauhkan dengan dunia media sosial ini. Dan tentu saja, jangan pernah menjudge orang-orang di luar sana yang mengshare kehidupan mereka, karena perjalanan hidup setiap orang akan melahirkan cerita yang berbeda-beda dan dampak yang berbeda-beda pula. Kenali dan kendalikan diri kita sendiri J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Memilih Jurusan untuk Sekolah Lanjutan

Freepik, Architect making plan with laupe   Memilih jurusan sebenarnya bukan hanya untuk SMA yang mau masuk kuliah saja, tapi juga diperuntu...