Pupular Post

Minggu, 08 Oktober 2023

Cara Memilih Jurusan untuk Sekolah Lanjutan

Freepik, Architect making plan with laupe






 

Memilih jurusan sebenarnya bukan hanya untuk SMA yang mau masuk kuliah saja, tapi juga diperuntukkan bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya. Banyak orang kurang fokus dalam pemilihan jurusan saat SMA, mabi mereka baik oangtua atau remaja, selalu mematokkan IPA sebagai jurusan andalan untuk mengukur kepintaran dan lebih memiliki masa depan yang cerah. Meskipun tidak selalu dan tidak semua yang demikian, tapi hal itu masih menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakat ramai.

Idealnya, memilih jurusan dengan tepat akan menentukan perjalanan kamu berikutnya untuk dapat berkarir sesuai dengan skill dan mina bakatmu. Tentu saja, memiliki karir yang sesusai dengan minat adalah keinginan semua orang. Sebab itu, bentuklah gambar perjalanankarirmu sedini mungkin.

Berikut tips-tips untuk mmilih jurusan sesuai dengan skill dan minat bakatmu:

1. Kenali kepribadianmu. Hal ini sangat penting untuk menganalisa apa yang selama ini membuatmu tertarik dari beberapa kebiasaan kamu dalam keseharian. Misalnya, kamu suka bernyanyi atau bermusik, kamu cepat dalam berhitung, kamu senang memperbaiki sesuatu, kamu senang mengotak-atik menu aplikasi dalam computer atau kamu senang membaca dan mencari tahu tentang sejarah, dan lain sebagainya.

2. Cari tau passion kamu, simpelnya cari tahu apa yang ingin kamu lakukan dengan antusias, apa yang ingin kamu ketahui lebih banyak tentang suatu hal.

3. Gali passion itu dengan mengikuti les, atau komunitas yang berhubungan dengan minatmu.

4. Fokus dengan jurusan yang sudah kamu tentukan sesuai dengan passioin kamu. Dan cari peluang lebih banyak untuk mendapatkan informasi.

5. Diskusikan dengan guru dan orangtua mu. Hal itu bisa membuatmu mengetahui lebih banyak dari beberapa sudut pandang.

6. Mengikuti tes minat bakat

7. Mencaritahu kelebihan dan kekurangan jurusan.

8. Hindari memilih jursan hanya karena ikut-ikutan dengan teman atau lainnya.

9. Mencari tahu peluang karir, atau tentukan motivasi kamu saat memilih jurusan itu.

10. Misalnya, kamu menyukai music, kamu ingin menjadi seorang composer. Kamu menyukai sejarah dan ingin menjadi dosen atau ahli sejarah. Kamu menyukai ilmu yang berhubungan dengan kerangka tubuh manusia dan ingin menjadi dokter spesialis, dan lain sebagainya.

11. Memilih tempat pendidikan yang menyediakan jurusan itu.

 

Memilih jurusan memang sebaiknya dipelajari sejak SMP, agar kelak kamu tidak hanya bekerja sesuai dengan jurusan kuliah yang pada saat itu lulus di jurusan tersebut. Misalnya saja, menjadi guru BK karena kamu adalah seorang lulusan BK. Tapi kamu tidak menguasai hal itu sepenuhnya, karena tidak sesuai dengan minat kamu semula. Atau kamu menjadi seorang penyanyi karena kebetulan kamu memiliki suara yang bagus dan peluang untuk bernyanyi, tapi kamu tidak menikmatinya.

Jika diperhatikan, profesi yang melenceng dari minat dan bakat  itu banyak terjadi, sehingga seorang yang memiliki profesi itu sekalipun tidak fokus dan nyaman dengan profesi yang ia jalani. Alangkah nikmatnya bukan kalau jenjang karir kita di masa mendatang adalah sesuatu yang sesuai dengan minat, bakat dan passion kita sendiri. point penting dari semua ini adalah, kamu harus mengenali diri kamu sendiri dan terbuka untuk menerima Saran, serta gigih dalam meraih setiap peluang karir sesuai dengan minat bakatmu.

Minggu, 01 Oktober 2023

Mempertahankan keimanan dan Akal dalam Menghadapi Kesusahan

Freepik Free photo close up smiley woman with hijab



Setiap manusia pasti memiliki persoalannya masing-masing. Persoalan pada setiap orang ada yang berbeda dan ada pula yang sama. Meskipun demikian, sebagai mahkluk yang berakal kita bisa memperoleh pembelajaran dari setiap hal yang terjadi dengan selalu berpikir positif pada setiap hal. Sesekali manusia mungkin saja akan lemah dalam menghadapi persoalan itu. Hal itu merupakan reaksi mental yang belum siap dalam menghadapinya. Ada baiknya, kita menjadi seorang yang berpikir untuk sesuatu hal yang belum terjadi, tetapi tentu bukanlah sebuah pemikiran yang berlebihan. Itulah mengapa kita perlu memperkokoh diri dengan iman, prinsip-prinsip dan ilmu.

Menurut KBBI, iman adalah kepercayaan (yang berkenaan dengan agama); keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya ketetapan hati. Iman adalah sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan kita kepada Tuhan. Dalam hadits dari Umar bin Khatthab radhiyallahu'anhu, ia berkata, suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril, Jibril bertanya pada Rasulullah mengenai apa itu iman. فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ Artinya: "Beritahukanlah kepadaku apa itu iman." Rasulullah menjawab, "Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim).

Menurut Wikipedia, prinsip merupakan suatu pernyataan atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang atau kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu. Jadi dapat kita simpulkan bahwa prinsip merupakan suatu kebenaran yang dijadikan oleh seseorang atau kelompok sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak.

Sedangkan ilmu merupakan suatu usaha sistematis yang dapat dijelaskan dan diuji kebenarannya, segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu untuk menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Orang yang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman.

Dari ketiga penjelasan tersebut dapat kita kembangkan menjadi beberapa point penting agar kita dapat stabil, mempertahankan keimanan dan akal dalam menghadapi kesusahan atau ujian kehidupan.

pict by rawpixel.com free photo muslim praying in sujud posture

Pertama, memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. Hal ini menjadi sangat penting. Karena sebaik-baiknya manusia adalah ia yang memiliki hati yang lembut dan sensitive akan ujian yang diberikan Allah SWT. Terus berpikir positif dan memaknai kesusahan itu. Menganggap bahwa kesusahan adalah panggilan Allah untuk kembali meminta kepadaNya. Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan cara memperbaiki sholat. Teruslah untuk tetap berada di jalanNya, melaksanakan sholat lima waktu di awal waktu, dan khusyuk dalam menjalankannya.

pict by rawpixel.com muslim women using misbaha to keep track of counting in tasbih

Kedua, memperbanyak dzikir dimanapun dan kapanpun. Dengan berdzikir kita selalu menyebut namaNYA, dengan demikian kita akan dapat memperoleh ketenangan jiwa. Meyakini bahwa Allah SWT adalah maha atas segalanya. Sebab itu kita akan terjauh dari rasa khawatir akan kemampuan kita dalam menghadapi kesusahan yang sedang kita hadapi.

freepik, free photo quran being held in hands close up


Ketiga, mentadaburi alquran. Kita tahu bahwa al-qurán adalah sumber ilmu yang di dalamnya terdapat segala-gala petunjuk. Sebab itu rajin-rajinlah mentadaburi al-qurán agar tidak kehilangan arah. Selain itu, al-qurán juga akan memberikan ketenangan batin.

freepik, free photo medium shoot woman holding hands

Keempat, berkumpulah dengan orang-orang sholeh. Di dalam islam juga kita telah diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada kebaikan. Salahsatunya, adalah berkumpul dengan orang-orang soleh. Dengan demikian kita juga akan merasakan manfaatnya. Mungkin dengan bertukar pikiran dan saling mendapat nasehat.

freepik, free photo lovely asian young lady portriat-happy woman lifestyle concept

Kelima, memperbanyak kesibukan positif dengan membaca. Buku adalah jendela dunia, artinya dengan membaca buku kita akan memperoleh informasi dari seluruh penjuru dunia. Di era sekarang ini, bacaan tidak lagi hanya bisa didapatkan melalui buku. Sudah banyak media digital yang juga bisa kita manfaatkan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, edukasi sudah lebih mudah didapatkan. Dakwah sudah bisa didengar lewat media sosial. Sebab itu, gunakanlah media sosial dengan sangat bijak.

freepik, teenager girl with hijab posing with copy space 

Keenam, mengobservasi kehidupan lampau dan memperbanyak mengevaluasi diri. Ketika kita dalam kesusahan, banyak di antara kita melamun atau menyesali hal yang terjadi. Ada juga yang sengaja pergi dari persoalan yang seharusnya dihadapi. Berhentilah melakukan hal itu dan lakukan observasi mulai dari kemarin hingga hari ke depan. Lingkari beberapa kesalahan agar tidak dilakukan lagi di kemudian hari. Sebagai manusia yang bijak, banyaklah melakukan observasi terhadap kehidupan yang dijalani, lalu lakukan beberapa evaluasi diri.


Ketujuh, menjauhi lingkungan yang buruk. Percayalah, bahwa ketika kita menghadapi suatu persoalan, tidak akan ada seorangpun yang akan benar-benar peduli sepenuhnya. Kamulah yang paling mengetahui kemampuanmu akan suatu persoalan, dan hanya kamulah yang paling mengetahui persoalanmu secara kompleks. Artinya, hanya kamu satu-satunya orang yang mampu menghadapi persoalan tersebut. Memilih lingkungan adalah salahsatu hal yang bijak. Sebab itu, jauhilah lingkungan yang buruk, teman-teman yang toxic hanya akan memanfaatkan waktu dan kondisi kamu.

Kedelapan, ikutilah majelis ilmu, baik itu seminar-seminar keagamaan, psikologis, dan atau ilmu-ilmu lainnya yang berguna bagi kehidupan dan pola pikir. Dengan demikian, secara tidak lansung, otak akan terasah kemampuannya dalam menghadapi suatu persoalan. Hal itu akan meminimalisis kesedihan, karena mental sudah lebih siap dalam menghadapi persoalan yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang.

Kesembilan, mengasah akal dan menjauhi diri dari hawa nafsu. Beberapa point sebelumnya sebenarnya sudah mengarah ke hal ini. Ketika kita sudah mendekatkan diri pada Allah SWT, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya, berkumpul dengan orang soleh, dan mengikuti majelis ilmu, dengan demikian kita sudah mengasah akal. Berikut analisalah kehidupan diri dengan mengaitkannya dengan ilmu-ilmu yang kita peroleh. Berhentilah mengikuti nafsu untuk menghibur diri dari persoalan yang terasa rumit, mengganggu pikiran, dan menguras tenaga itu. Tidak perlu belanja berlebihan, minum-minum,  berkumpul dengan orang-orang yang dianggap akan menghibur, dan hal-hal buruk lainnya. Percayakan pada diri kamu bahwa Allah memberikan ujian untuk kamu lewati agar naik kelas. Terus motivasi diri untuk berani menghadapi persoalan.

Kesepuluh, lakukanlah kegiatan yang positif seperti berolahraga, dsb.

Kesebelas, lakukan semuanya dengan konsisten.

Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Produktif dan Menghasilkan

foto by Tirachardz Free photo happy smiling young asian japanese family with preschool kids have fun cooking

Sejauh ini yang kita lihat tentang ibu rumah tangga adalah sebuah kehidupan yang sangat monoton dan membosankan. Tetapi, maukah kita menjadikannya sesuatu yang seru dan menyenangkan? Tentu saja, itu tergantung kepada ibu sendiri. Sebelum melansungkan pernikahan, kita wajib berkomitmen, baik bersama pasangan ataupun pada diri kita sendiri.

Beberapa Perempuan memilih untuk tetap menjadi wanita karir setelah menikah. Tentu juga kita harus mengetahui dan bersedia menanggung segala resikonya. Di dalam islam, Perempuan tidak diperintahkan untuk bekerja. Sebaik-baik Perempuan ialah yang berada di rumah, dan mendidik anak-anak mereka. Tetapi tentu juga tidak dilarang. Hal ini menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diperbincangkan.

Dalam nafkah, Perempuan tidak bertanggungjawab untuk mencari nafkah sedikitpun. Jikapun Perempuan memilih untuk tetap bekerja dan berkarir untuk kesenangannya dan membantu suaminya dengan rela, itulah bernilai sebagai sedekah. Tetapi bagaimanapun, Perempuan tidak akan bisa menutupi nafkah itu sendirian, jika ia masih memiliki suami.

Bukanlah sebuah persoalan pula jika seorang perempuan memilih untuk mengabdikan seluruh waktunya dalam rumahtangga. Menjadi ibu rumah tangga juga sangat mulia nilainya. Meskipun banyak di antara ibu-ibu merasa bosan dan jenuh. Itulah sebabnya perlu pengertian pasangan dan pemahaman tentang agama, dan psikologi perempuan.

Di sisi lain, kita sebagai perempuan adalah yang paling mengetahui kebutuhan kita. “saya dulunya seorang perempuan berkarir, setelah memiliki bayi, saya memutuskan untuk tetap di rumah dan menjadi orangtua yang selalu siaga untuk anak saya. Mula-mula hal itu terasa tidak begitu sulit, sampai di suatu waktu saya merasakan depresi, karena sulit untuk memenuhi kebutuhan diri saya, merasa meminjam ke pada suami karena tidak bebas menggunakan uang, dan tidak punya waktu untuk diri sendiri dalam mengolah kemampuan dan atau merawat diri. Penampilan saya sangat buruk dan kacau. Saya yang biasanya modis dengan segala kepiawaian saya dalam memadupadankan penampilan, biasa dikenal banyak orang, dan tampil sebagai pembicara di acara-acara seminar. Saya merasa sangat tidak berharga, melihat diri saya di cermin begitu buruk.”

Berawal dari perasaan itulah seorang ibu rumah tangga bangkit. Ia kehilangan percaya diri untuk berkumpul atau sekedar bertemu dengan teman-teman lama yang dulu bahkan sangat menghargainya. Hal sedemikian dapat kita jadikan contoh dan panutan. Sadar bahwa oranglain tidak akan menghargai kamu sebelum kamu menghargai diri kamu sendiri. Ibu, ini sangat penting untuk mental anda. Banyak hal berharga yang sudah anda lakukan di rumah. Anda sangat berharga, khususnya bagi putra-putri anda. Mungkin anda kehilangan masa lalu, tetapi itu merupakan pembuktian bahwa anda telah memberikan masa depan bagi putra-putri anda.

Anda masih bisa mengasah kemampuan anda dengan cara memanfaatkan waktu luang dan tidak terus menerus bersedih, anda tidak memerlukan hal-hal rumit, cukup dengan anda “mau bangkit”untuk diri anda sendiri dan menjadi ibu yang cerdas bagi putra-putri anda. Lakukan hal-hal yang menyenangkan bersamam mereka, tidak melulu tentang kebersihan rumah dan hal-hal yang sebenarnya tidak wajib bagi anda.

Satu hal positif yang mungkin sangat jarang disadari oleh ibu-ibu rumah tangga untuk disyukuri adalah waktu. Waktu Bersama keluarga dan waktu untuk beribadah lebih khusyuk tanpa perlu terburu-buru. Jika anda menyadarinya, hal ini justru menjadikan anda lebih merasa damai.

Bermain bersama putra-putri anda dan mengamati pertumbuhan mereka. Anda akan menjadi seorang psikolog anak yang hebat jika anda melakukannya dengan sepenuh hati. Anda dapat mengetahui minat bakat putra-putri anda dan mengantarkan mereka ke tempat yang tepat. Dengan demikian anda akan mulai percaya diri kembali membagun diri anda untuk bertemu dan berkonsultasi dengan beberapa teman lama yang mungkin dapat membantu anda.

Di era digital yang sudah sangat berkembang ini, anda juga bisa mulai berjualan dari rumah. Di zaman sekarang ini, hampir tidak satupun orang yang tidak memiliki telepon pintar, baik itu android, laptop, dan lain sebagainya. Anda bisa memulainya dari apa yang sudah anda miliki. Kita tentu memiliki modal alamiah sejak lahir. Jika anda ingin berdagang suatu barang, mulailah mencari peluang dari 0, baik itu dengan cara menghubungi beberapa toko untuk menjadi reseller, dan mengikuti trend affiliate. Jika anda merupakan seorang yang ingin berdagang jasa, anda juga tentu bisa mulai membuat konten-konten kreatif anda.

Misalnya saja, anda memiliki minat bakat sebagai seorang pembicara. Mulailah kembangkan diri anda dengan banyak membaca dan mencari peluang terkait dengan hal itu. Anda bisa mengajar online,  anda bisa menjadi konten creator sesuai hobby, anda bisa
menjadi penulis, anda bisa menciptakan sesuatu sesuai dengan minat bakat anda. 

Mengetahui minat bakat seseorang bukanlah hanya diperuntukkn bagi anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Jangan terlalu kaku dalam menghadapi kehidupan. Kenali kelebihan anda dan kalahkan semua kekurangan yang anda punya. Jadilah pribadi yang memiliki prinsip untuk bangkit dari keterpurukan dan mulailah berpikir serta melakukannya.

Selain itu, mulailah berolahraga. Seorang yang dekat dengan olahraga dan alam akan lebih mudah meraih Kesehatan mental. Orang yang dekat dengan kesenian akan lebih sensitif untuk mengenal sesuatu hal. Jika mungkin, raihlah keduanya sekaligus. Selain sehat, olahraga dapat memberikan ketenangan dan membangkitkan kepercayaan diri. Sebagai perempuan anda juga akan mendapatkan bonus tubuh yang indah.

Tetap merawat tubuh agar selalu bersih dan menarik. Percaya tidak percaya, penampilan merupakan sebuah harga mati bagi seorang perempuan. Mengapa demikian? Dengan penampilan yang enak di pandang tentu anda akan memperoleh hasil sosial yang sangat berbeda dengan yang tidak mempedulikan penampilan. Meskipun demikian, tetaplah stabil dan tidak berlebih-lebihan. Kecerdasan dalam menentukan sikap dan pilihan tetap menjadi point penting dan sangat berharga. Pilihlah untuk menjadi elegan dan smart.

Remaja beradab, bermoral dan beretika

 

freepik, university students exchanging book

Remaja, masa-masa ini sudah tak asing bagi kita menyaksikan prilaku-prilaku yang kurang, bahkan bisa dibilang tidak etis sama sekali. Di televisi, radio, atau bahkan juga tak jarang kita menyaksikan lansung minimnya adab dan ahklak, moral dan etika. Baik itu di kalangan remaja, anak di bawah umur, bahkan dewasa, yang semestinya sudah patut menjadi contoh bagi kalangan muda.

Hal ini sangat menarik perhatian, miris memang. Beberapa di antara kita juga banyak yang merindukan masa lalu dimana meskipun ada yang berprilaku buruk, tidak sepantasnya, tetapi tidaklah semenjamur sekarang. Ibarat sebuah lantai pijakan, masih lebih banyak yang bersih ketimbang yang bernoda. Itupun, bagi seorang yang peka dan melihanya, segera membersihkannya kembali. Artinya, tindakan reflektivitas yang dilakukan seseorang untuk menegur masih dihargai.

Begitu mirisnya, bahkan hingga hari ini. Amat sangat banyak kita melihat dan mendengar berita di berbagai media. Juga bahkan ada di lingkungan kita sendiri. berbagai macam kasus, baik kekerasan atau pelecehan, pencurian jenis kecil atau besar, dan lain sebagainya yang dilakukan secara terang-terangan. Yang bahkan jikapun ada yang berani menegur, justru akan mendapatkan imbalan terbalik dari sebuah perbaikan.

Beberapa kasus contoh yang dapat kita ambil sebagai bahan pembicaraan adalah bagaimana seorang atau sekelompok remaja, yang dulunya sangat menghargai seragam mereka, punya malu untuk melakukan tindakan-tindakan tak senonoh, masih memiliki rasa segan terhadap orangtua, dan bersembunyi-sembunyi ketika melakukan kesalahan. Bukan berarti membenarkan prilaku menyimpang yang dilakukan secara bersembunyi, tetapi poinnya adalah kesadaran akan perbedaan mana yang benar dan mana yang salah.

Remaja memang tidak akan dapat putih dari noda kenakalan. Hal ini sudah lumrah memang, tetapi ada baiknya kita melakukan observasi dan perbaikan pada kasus-kasus ini. Berkurangnya kegiatan-kegiatan aktif positif menjadi salah satu penyebab terjadinya. Dulu, anak-anak masih bermain berlarian ke sana dan kemari dan mudah dikontrol oleh siapa saja dewasa yang lalu lalang. Ketika ada seorang atau sekelompok anak yang melakukan kesalahan, orang dewasa yang menyaksikan masih bisa menegur dan atau menyampaikan kepada orangtua mereka. Orangtua masih lapang hati menerima dan turut menasihati anaknya. Kendati demikian terus terjadi, pengawasan masih dilakukan baik secara personal ataupun umum. Sehingga masih timbul rasa takut dan segan untuk melakukan kesalahan. Artinya, masih ada kontrol di sana.

Sedangkan masa sekarang, justru banyak orang yang telah kehilangan wibawa untuk sekedar menegur remaja atau anak-anak yang melakukan kesalahan. Anak 4 tahun sudah bisa mengajak teman lawan jenisnya untuk  praktek dewasa dengan sebutan “main” di sebuah taman bermain, anak remaja sudah melakukan hal-hal tidak senonoh di ruang-ruang terbuka; seperti di taman, dan bahkan di halaman rumah mereka sendiri. sekelompok remaja mengkeroyok remaja lainnya di gang sempit dimana masih ada orang dewasa yang lalu-lalang tetapi juga tidak bekutik, siswa siswa kelas VII memiliki whatshapp group yang isinya link, cerita, dan bahkan video porno, dan masih banyak kasus lainnya. Sangat mengerikan, lantas mengapa demikian?


freepik, medium shot kids in bed with smartphone


Anak sekarang jauh lebih pintar dari anak-anak zaman dulu. Saya selalu berkata: “kesalahan pada orangtua adalah selalu menganggap anaknya kecil dan memiliki keterbatasan dalam berpikir sesuai usia mereka”, faktanya, zaman sekarang ini sudah sangat dekat dengan berbagai informasi yang bebas saringan. Anak-anak dan remaja sudah memiliki media dan ruangnya sendiri. sebab itu, orangtua dituntut untuk lebih pintar dan menguasai kemajuan media.

pict by pressfotogroup of young asian people sitting in street and using smartphones

freepik, mother and daughter using tablet on couch 


Meskipun mereka terkesan anteng tetapi teruslah melakukan kontrol terhadap keluarga anda. Sadari tentang pikiran-pikiran sehat dan terbuka sehingga dapat membangun ketersalingan antara anggota keluarga. Tentu mengontrol prilaku dimulai dari rumah.  Sebagian pendapat mengatakan bahwa prilaku dibentuk dari sekolah dan lingkungan karena lebih banyak waktu digunakan untuk itu. Benar, tetapi persentase hak terbesar dalam pembentukan itu adalah rumah. Yang dapat melatih dan mengontrol tanpa batasan, dan mengapa kita sebagai orangtua juga tidak menyediakan waktu yang banyak juga untuk mereka?

Bicara tentang adab dan ahklak, moral dan etika. Kita adalah orang dewasa yang sudah menjadi orangtua di abad ini. Kitalah yang akan membentuk karakter masa depan, dengan kemajuan kita sesuai dengan yang telah kita hadapi. Jangan biarkan lagi generasi lepas control ini menjadi padang yang luas, sehingga kemanapun mata kia memandang, kita akan terus melihat kesalahan.

Sebuah pepatah mengatakan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW juga mengatakan bahwa beliau diutus dengan tujuan menyempurnakan adab manusia. إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَتِمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)

Adab adalah norma aturan mengenai sopan santun yang dilandaskan atas aturan agama yang digunakan dalam hubungan sosial antar manusia. Orang yang beradab adalah orang yang mengetahui aturan tentang adab itu sendiri. adab merupakan ahklak yang baik yang dimiliki oleh seseorang.

Sedangkan moral adalah sebuah perangai dari watak yang menjadi tabiat. Tabiat-tabiat itulah yang akan muncul dalam bentuk prilaku. Manusia-manusia yang bermoral adalah manusia-manusia yang dalam tindakannya memiliki nilai positif. Moral sangat berhubungan dengan proses sosialisasi individu. Artinya, tanpa moral seseorang akan gagal daam melakukan proses sosialisasi. Moral merupakan suatu tata nilai yang menjadikan seorang manusia dapat berprilaku baik dan tidak merugikan orang lain.

Etika merupakan ilmu tentang sikap dan kesusilaan seseorang dalam lingkungan sosial. Etika merupakan sesuatu yang sangat terkait dengan prilaku baik yang dianggap benar.  Etika memiliki norma, kaidah, dan tatacara yang dijadikan pedoman untuk prilaku seseorang. Etika sangat dibutuhkan dalam hubungan sosialisasi bersama siapapun dan dimanapun. Tidak ada pengecualian untuk beretika.

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa adab merupakan bentuk ahklak yang baik, sopan dan santun. Sedangkan moral adalah standar seseorang dalam berprilaku dan bernilai positif dehingga tidak merugikan oranglain. Etika merupakan  pedoman ilmu dalam bersikap.

Misalnya, seseorang yang beradab tentu akan bersikap sopan dan santun serta memiliki rasa malu jika melakukan kesalahan, itu sebabnya ia akan menunjukkan prilaku baik. Prilaku baik tersebut memiliki nilai moral karena tidak merugikan orang lain, tetapi sebaliknya. Ia justru memunculkan rasa nyaman dalam hubungan sosialisasi dan dihargai. Jikapun ia melakukan kesalahan, kemudian ia melakukan permintaan maaf dan mengakuinya, serta tidak mengulannginya lagi, itulah yang disebut beretika.

Jadi? Jadilah generasi yang selalu mengaitkan diri dengan dengan adab, norma, dan etika dan orangtua yang andil dalam membangun ketiganya, sehingga kita semua dapat mengontrol sikap dalam mengambil suatu keputusan, baik itu untuk diri sendiri, sosial, atau bahkan bernegara. Karena perubahan terjadi dari diri sendiri, dan perubahan besar akan terjadi dimulai dari kesadaran akan membedakan kebenaran dan kesalahan.

Zaman sekarang, pengaruh buruk sudah bertaburan dimana-mana. Sebab itu, kitalah yang paling harus mawas diri. Memiliki kesadaran dan pengukuran diri sangatlah penting. Miliki rasa malu, segan, dan hormat terhadap orangtua. Dan miliki rasa malu jika gegabah dalam bersikap sehingga hilang kontrol adab, norma, dan etika karena akan merusak generasi. Terus belajar memantaskan diri, dan kendalikan. Dengan demikian kita dapat memperbaiki generasi. Allah SWT selalu melihat apa-apa yang kita kerjakan.

Ilmu memanglah sangat penting untuk bekal dalam bekerjasama dan bersaing, memecahkan persoalan sehingga mampu memberikan solusi. Apapun cabang ilmunya, sesungguhnya memiliki manfaat yang berbeda-beda. Tetapi jangan pula membiarkan ilmu menguasai sesuatu yang lebih berharga dari dalam diri. Tanpa adab, norma, dan etika, ilmu tidaklah berarti apa-apa. Karena seseorang akan kehilangan harga dirinya, sekalipun ia pintar dan terkenal, jika sudah kehilangan ketiganya.


Cara Memilih Jurusan untuk Sekolah Lanjutan

Freepik, Architect making plan with laupe   Memilih jurusan sebenarnya bukan hanya untuk SMA yang mau masuk kuliah saja, tapi juga diperuntu...