Pupular Post

Minggu, 24 September 2023

Hak dan Kewajiban Perempuan

 

 

 


Free photo adult trieng to acheve work and personal life


Hak dan Kewajiban Perempuan

Banyak yang berasumsi bahwa tugas perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Baik itu ketika belum menikah ataupun sudah menikah. Sehingga sudah membudaya, perempuan sedari kecil dilatih untuk bisa melakukan banyak hal sendiri, dan lebih banyak melayani laki-laki di rumah mereka. Misalnya saja, untuk berangkat ke sekolah. Tak jarang kita temukan seorang ibu memerintah anak perempuannya untuk membantu saudara laki-lakinya untuk membersihkan sepatu atau membantu mencucikan pakaian saudara laki-lakinya. Juga untuk urusan dapur, sering sekali hal itu dijadikan urusan perempuan. Tetapi, apakah benar demikian seharusnya?

Jauh sebelum maraknya emansipasi perempuan disiarkan oleh beberapa orang tokoh, sebetulnya agama islam sudah menempatkan kedudukan perempuan sama dengan laki-laki, akan tetapi dengan porsi yang sesuai. Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sudah ditetapkan oleh syariat. Sama halnya dengan ketika kita menganalogikan tentang keadilan. Adil bukanlah tentang pembagian uang belanja yang sama banyak antara si kakak maupun si adik melainkan adil mendapatkan pembagian uang belanja sesuai dengan kebutuhannya, sesuai dengan haknya.

Di dalam agama islam, perempuan sangatlah dimuliakan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “al-Jannatu tahta aqdâmil ummahât“, surga itu di bawah telapak kaki ibu. Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan dan lebih menganjurkan untuk mendahulukan penghormatan kepada perempuan daripada laki- laki. Bahkan ketika seorang sahabat bertanya pada beliau, “Siapa di antara manusia yang paling utama untuk dihormati?”. Nabi mengulang jawaban “ibumu” sebanyak tiga kali, setelah itu baru “ayahmu”.

Sedari kecil, perempuan sebetulnya sudah dimuliakan. Anak perempuan haruslah didik dengan baik dan sangat hati-hati agar kelak menjadi perempuan salihah, yang mampu menjaga dirinya. Kemudian ketika ia menjadi seorang istri Islam telah memberikan hak-hak yang agung bagi istri yang harus dilaksanakan seorang suami, sebagaimana suami juga punya hak yang agung. Di antara ayat yang menerangkan hak-hak istri adalah firman Allah yang berbunyi;

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut (QS.an-Nisaa ayat 19).

Begitu pula ketika seorang perempuan telah menjadi seorang ibu, Islam memerintahkan agar berbuat baik kepada seorang ibu, dengan membantu, mengagungkan, mendokan kebaikan, melindungi. Jadi, secara kedudukan baik perempuan dan laki-laki memiliki tempat yang sama. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasanya Allah SWT telah mengaturnya dengan berpasang-pasangan. Tidak ada yang memiliki kedudukan lebih tinggi atau lebih rendah. Itulah sebabnya kenapa perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi dan hal-hal lainya yang juga bisa diperoleh oleh laki-laki.

selain hak, perempuan juga tentu memiliki beberapa kewajiban pula, yakni di antaranya adalah; pertama yang berhubungan dengan kewajiban dalam beribadah, seperti halnya sholat lima waktu, puasa ramadhan, zakat, haji (jika mampu). Bahkan seorang perempuan yang berhaji dinilai sama dengan jihad. Dalam hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah ada jihad untuk kaum wanita?” Rasulullah menjawab, “Ya, mereka memiliki jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya yaitu:  Ibadah haji dan umrah” (HR Ahmad, dan Ibnu Majah ). Kedua, perempuan wajib menaati suami dan memuliakan suami. Ketiga, menjaga kehormaan dan memuliakan diri. Keempat, menjadi madrasah atau pendidik bagi putra-putrinya. Dalam hadis disebutkan: “Setiap kalian adalah penanggungjawab dan akan dimintai pertanggungjawaban. Istri adalah penanggungjawab atas rumah suami (dan anak-anaknya) dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.” (HR Bukhari dan Muslim). Kelima, memiliki sifat sabar dan ihklas dalam setiap amalan. Keenam, berbuat baik dan memilih pergaulan serta menjauhkan diri dari pergaulan bersama orang-orang yang buruk ahklaknya.

Begitu juga dengan kodrat sebagai seorang perempuan. Kodrat merupakan sesuatu yang ditetapkan oleh , sehingga manusia tidak mampu untuk merubah atau menolak. Apakah kodrat seorang perempuan? Yakni haid, melahirkan, dan menyusui. Sedangkan kodrat seorang laki-laki adalah memiliki sperma. 

Jadi, tidaklah benar apabila dikatakan pekerjaan dapur adalah kodrat perempuan, pekerjaan rumahtangga adalah kodrat perempuan. Pekerjaan rumahtangga merupakan kewajiban bersama baik laki-laki ataupun perempuan yang ada di dalamnya. Kewajibannya adalah saling membantu sama salin. Bukan berarti pula perempuan akan menjadi ratu ketika bersama laki-laki yang tepat; menjadi ratu sepenuhnya yang hanya bersantai menikmati segala hal yang telah dipersiapkan oleh suami atau anak laki-lakinya. Melainkan; tidak pula menjadi pembantu untuk melakukan segalanya sendirian. Namun demikian, bekerja dan memenuhi nafkah rumahtangga adalah kewajiban suami atau ayah, yang apabila dibantu oleh istri atau anak perempuannya, akan bernilai sedekah atas kerelaan hatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Memilih Jurusan untuk Sekolah Lanjutan

Freepik, Architect making plan with laupe   Memilih jurusan sebenarnya bukan hanya untuk SMA yang mau masuk kuliah saja, tapi juga diperuntu...