Pembacaan Puisi oleh seorang guru sekolah menengah |
Cari Tahu Minat dan Bakat yang Tersimpan dari dalam Dirimu!
Hari remaja! Tahukah kamu bahwa semua orang sudah memiliki kemampuan atau minat bakat sejak dini? Sejak umur berapakah kita dapat mengetahui minat dan bakat itu sendiri? Apakah minat bakat dapat berubah seiring berjalanannya waktu? Lalu, bagaimana sih caranya kita bisa mengenal minat dan bakat yang ada di dalam diri kita sendiri?
Yuk simak! J
Saat ini, tak jarang kita menemui remaja yang belum mengenal apa minat dan bakat yang ia miliki. Ketika ditanyakan, bahkan masih banyak remaja yang menjawab dengan berubah-rubah atau tidak konsisten dengan jawabannya, bahkan tidak sedikit pula yang bingung dengan jawaban mereka sendiri. Itulah mengapa pembahasan ini terbilang cukup penting untuk masa depan anak. Kenapa? Karena anak-anak yang percaya diri tumbuh dengan skill adalah anak-anak yang memiliki dukungan terhadap apa-apa yang dia sukai. Sementara itu, saat ini banyak sekali anak remaja yang lari dari keterbukaan denganorangtua mereka tentang apa yang dia sukai, entah karena mereka yang terbiasa lebih nyaman di luar rumah dan tidak memperdulikan apa-apa yang patut digali dari dalam diri mereka, atau karena pengaruh gadget yang sudah menjamur. Lalu bagaimana sih cara kita sebagai orangtua mengetahui minat bakat anak? Atau bagaimana caranya anak dapat mengetahui minat bakat mereka?
Sebelum menggali lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui apa yang disebut dengan minat dan bakat itu sendiri. Minat merupakan ketertarikan kepada sesuatu hal sehingga dapat menimbulkan keinginan untuk memiliki sesuatu atau keinginan untuk memiliki kemampuan terhadap sesuatu hal. Sedangkan bakat, merupakan kecerdasan atau intelegensi yakni kemampuan untuk menguasai bidang tertentu.
Minat dan bakat pada anak sebenarnya sudah dapat dilihat dari anak berusia enam bulan. Orangtua bisa melakukan observasi terhadap kebiasaan dan ketertarikan anak terhadap suatu hal. Misalnya anak senang bercermin, anak senang mencoret, anak senang memukul-mukul lantai, anak senang berceloteh, anak senang bernyanyi dsb. Untuk menghadapi masa-masa ini, orangtua dapat memilih mainan yang akan diberikan kepada anak sesuai dengan ketertarikannya pada saat itu sebagai penunjang bagi mereka untuk menggali minat mereka sejak dini.
Ketertarikan pada sesuatu hal dapat berubah-ubah seiring berjalanannya waktu. Hal itu terjadi secara alami dan dapat digunakan untuk mencari tahu, apa yang paling disukai. Ketika anak berusia tiga tahun, biasanya minat dan bakat anak semakin terlihat jelas. Psikolog klinis Veronica Adesla mengatakan, dalam masa pertumbuhan anak, ada yang dinamakan multiple intelegensi dan kecerdasan. Umumnya, kemampuan ini muncul pada anak usia mulai 3 tahun. "Sebenarnya kalau anak-anak itu ada multiple intelegensi itu untuk melihat, kecerdasan anak lebih ke mana, apakah lebih ke musik atau gimana," ujar Veronica saat dihubungi Kompas.com. yang ditulis oleh Retia Kartika Dewi dalam kompas (https://www.kompas.com/tren/read/2022/07/01/073100265/pada-usia-berapa-anak-muncul-ketertarikan-minat-dan-bakatnya-?page=all.)
Diusia empat belas tahun ke atas, biasanya minat dan bakat sudah bisa disadari oleh diri sendiri. Bagaimana caranya? Pertama temukan hobby yang paling kamu sukai. Hal ini bisa dilakukan dengan mengamati hal-hal yang paling membuat kamu merasa tertarik dengan bidang tertentu, apa yang paling membuat kamu nyaman dan menikmati suatu bidang itu. Selama sebelas tahun tentu kamu mengingat apa-apa saja yang paling kamu sukai dan apa yang paling membuat kamu tertarik untuk mengenalinya lebih dalam. Jika kamu bingung untuk mengungkapkannya, maka lakukanlah langkah kedua ini.
Kedua, Tulis semua hal yang paling kamu sukai tersebut. Misalnya ketika kamu TK, kamu menyukai drama musikal, kamu happy ketika guru mu mengajak mu tampil dalam suatu pementasan. Kemudian ketika kamu SD, kamu cenderung menyukai bermain musik, atau dan lain sebagainya, maka rangkumlah apa-apa yang pernah membuat mu tertarik di masa-masa itu. Kamu juga bisa melakukannya dengan cara mengecek beberapa prestasi yang kamu miliki.
Ketiga,amati hobby itu dengan cara mengamati cara kamu dalam menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Beberapa hobby yang kamu tulis bisa kamu amati dengan cara sesekali mengajak dirimu sendiri untuk berdiskusi mengenai apa-apa yang kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja mungkin ketika kamu membuat PR kamu cenderung suka sambil mendengarkan musik atau sambil bernyanyi. Atau kamu lebih menyukai mencoret-coret halaman belakang bukumu dengan gambar-gambar, dsb. Lakukan pengamatan tentang apa-apa yang sering kamu lakukan dengan senang.
Keempat, banyaklah bertanya dan mencaritahu tentang hobby itu. Jika kamu mulai menemukan jawaban tentang apa-apa saja yang kamu sukai, mulailah banyak bertanya tentang kesukaanmu itu. Hal itu akan memberikanmu pengetahuan lebih untuk menetahui minat dan bakat dalam diri.
Kelima, carilah pengalaman, bisa saja dengan mencari peluang untuk kamu melaksanakan hobby itu dengan lebih sering sehingga bakatmu terasah, bisa saja dengan ekstrakurikuler dan lain sebagainya. Kemudian caritahu pula apa-apa saja yang ingin kamu lakukan tapi belum terlaksana. Kejar dan raihlah hal-hal besar tersebut dengan bahagia dan bermanfaat. Dengan demikian melalui minat bakat yang sudah terasah kamu juga akan dapat menemukan skill dari dalam diri kamu. Bahkan tentu saja, dari hal-hal yang telah kamu dapatkan itu kamu bisa menghasilkan sesuatu yang kamu butuhkan untuk masa depan kamu sendiri. Luar biasa bukan?
Keenam, gali terus passion dari rasa iri yang timbul dari dalam hati kamu. Rasa iri tidak selalu buruk kok, ada kalanya kita merasakan iri dalam hal positif kepada seseorang yang kita idolakan. Hal itu dapat memacu diri kita agar lebih giat dan konsisten dalam menjalan kan sesuatu. Seorang Certified Career and Life Coach, Allison Tash mengatakan bahwa dirinya kadang mengidentifikasi rasa cemburu kliennya pada seseorang untuk menemukan passion atau apa yang mereka inginkan. Allison juga mengusulkan untuk kita menemukan setidaknya tiga hingga lima orang yang membuat kita “iri”. Kemudian, gali lebih dalam untuk menemukan aspek apa dalam hidup mereka yang membuat kita juga ingin meraihnya.
Nah, bagaimana? Kamu siap untuk menemukan potensi dalam diri kamu untuk meraih hal-hal besar? Yuk, mulailah dari sekarang. J
Makasih infonya, sangat bermanfaat.
BalasHapusBaiklah, akan saya coba. Makasih infonya kaka....
BalasHapus