Jadi, perempuan yang baik itu gimana sih?
Sebetulnya tidak bisa dituliskan tentang standar baik itu sendiri. Hidup berjalan dan membawa ceritanya masing-masing. Setiap perjalanan mengambil peran untuk kebutuhan psikologis seorang perempuan yang juga akan terlihat pada bentuk fisiknya. Hanya saja, beberapa bagian penting dalam kehidupan harus disadari terus-menerus sebagai batasan. Kebaikan adalah kebaikan, buruk adalah keburukan. Hal itu tentu tak dapat diubah dengan standar keterikatan pada norma, etika, agama. Tidak hanya sekedar baik sebentuk manipulatif. Kesadaran jauh lebih baik tentusaja, daripada harus membibitkan ego dan serta-merta baik hanya untuk memeperoleh pengakuan dari manusia lain. Memiliki standar dan prinsip adalah jauh lebih bijak dan berkelas.
Menjadi perempuan yang baik dan berkelas juga tentu tidak dapat dipisahkan dengan kesadaran dalam memahami konsep perempuan. Bagaimana secara alami sejak dahulu perempuan memiliki tabiat-tabiat yang sebagian dapat dibentuk dan diasah dan sebagian lagi harus dikenali, apakah tabiat-tabiat itu dibutuhkan dalam kehidupan atau tidak. Untuk itu, ada yang perlu benar-benar ditanamkan dalam diri sendiri, yaitu meyakini hal-hal yang diajarkan dalam agama. Karena dengan keyakinan dan taat akan keTuhanan juga berpengaruh sangat kuat pada keberlangsungan hidup yang sehat, baik itu secara rohani juga tentu jasmani. Perempuan akan memancarkan keanggunan dari wajahnya jika taat akan Tuhannya. Sementara itu secara rohani tentu saja akan menjadikan perempuan lebih terarah dan lebih terjaga.
Kesadaran dalam mengenali diri sendiri terlebih dahulu sangat penting ketimbang mengenali hal lain di luar dirinya. Membangun diri menjadi lebih pantas dan mampu melingkari hal-hal baik dari pergaulannya. Sejatinya memiliki ilmu tidak diamalkan menjadi percuma. Jadi, tak cukup hanya sekedar pintar, juga harus bijaksana dalam mengambil keputusan untuk diri sendiri. Bagaimanapun bentuk fisik dan keterbatan seorang perempuan, kebahagiaan juga milik anda. Percayakan pada diri anda, dan katakan bahwa anda mampu untuk meraih sesuatu jika itu anda butuhkan tanpa harus merugikan oranglain.
Jadilah seorang perempuan yang ramah tapi sulit untuk didekati. Berkelas memiliki arti yang luas, bukan hanya dari seberapa mewah yang anda kenakan atau anda miliki. Tetapi, keanggunan yang bisa anda munculkan dari apapun yang anda tunjukkan. Mungkin dengan mudah tersenyum tapi tidak mudah masuk pada pergaulan baru, memilah bahan yang akan diceritakan atau ditanggapi, memilah teman walau tetap bergaul dengan siapa saja. Kesadaran akan hal ini menjadi poin penting dalam kehidupan seorang perempuan, karena memiliki standar untuk menjaga dirinya sendiri dari hal-hal berdampak kurang baik bagi psikologis diri sendiri. Karena perempuan sangat rentan dengan pergaulan yang suka berkumpul dan bergosip, hanya demi mendapatkan pengakuan social di tengah-tengah pertemanan yang toxic.
Menghargai diri sendiri adalah hal juga sangat penting, karena sama halnya dengan perubahan, penghargaan juga terlebih dahulu diperoleh dari diri sendiri. Santun juga sangat penting, baik itu dalam bertutur ataupun bersikap. Kesantunan ditunjukkan juga akan bergandeng dengan keanggunan. Tetapi bukan berarti harus merendahkan diri sendiri. Seperti halnya memiliki sikap segan berlebihan dan mengalah berlebihan, meskipun anda terlihat memahami situasi atau persoalan yang ada di depan anda tetapi itu juga bisa menjadikan anda kehilangan harga diri.
Tidak takut tersaingi. Dalam setiap kehidupan dalam kehidpan bersosial, kita pasti akan selalu bertemu dengan orang yang senang menjatuhkan, atau menjilat. Jangan takut apalagi lelah akan hal itu. Mereka hanya akan terus memperhatikanmu dan menambah kesibukan mereka sendiri. Perempuan berkelas tentu tidak takut tersaingi. Semua orang sudah memiliki porsi masing-masing untuk ia miliki.
Selain beberapa hal di atas, perempuan juga harus pandai berkomunikasi. Berkomunikasi yang baik tidak hanya diperlukan pada saat perempuan tersebut menjadi pembicara di atas mimbar dengan retorika yang apik, tetapi tentu saja juga pada hal-hal kecil. Semisal pada pasangan anda, bagaimana caranya apa yang anda katakana pada lawan jenis bisa dipahami olehnya. Juga memilih topic yang tepat pada lawan bicara, entah itu kawan atau pada audience yang banyak, karena percuma saja bicara banyak pada orang yang tidak memiliki standar paham dengan anda, apalagi jika orang tersebut adalah orang yang tidak mau belajar masuk untuk menghargai perkataan anda. Selain itu, semisal pada anak-anak kecil yang tentu belum akan sama pembahasan dan cara bicaranya dengan anda. Sebab itulah perempuan baik dan berkelas harus memahami siapa pendengarnya terlebih dahulu dan pandai dalam mengkomunikasikan segala sesuatunya, baik itu dengan bahasa yang dituturkan dan atau bila perlu dengan bahasa tubuh yang menunjang dan sesuai.
Berikut yang tak kalah pentingnya adalah penampilan. Seorang perempuan baik dan berkelas harus pandai memantaskan penampilannya, dengan padupadan yang serasi, sopan , rapi, dan bersih tentu akan menjadi poin tambah. Terlebih lagi, kesan yang pertama kali dapat dilihat adalah penampilan.
Semoga jadi pembelajaran yang baik bagi perempuan.
BalasHapusTerimakasih kakak, aamiin
HapusMau Belajar berkomunikasi yang baik, ada tipsnya juga kah kak?
BalasHapus