Pupular Post

Minggu, 01 Oktober 2023

Mempertahankan keimanan dan Akal dalam Menghadapi Kesusahan

Freepik Free photo close up smiley woman with hijab



Setiap manusia pasti memiliki persoalannya masing-masing. Persoalan pada setiap orang ada yang berbeda dan ada pula yang sama. Meskipun demikian, sebagai mahkluk yang berakal kita bisa memperoleh pembelajaran dari setiap hal yang terjadi dengan selalu berpikir positif pada setiap hal. Sesekali manusia mungkin saja akan lemah dalam menghadapi persoalan itu. Hal itu merupakan reaksi mental yang belum siap dalam menghadapinya. Ada baiknya, kita menjadi seorang yang berpikir untuk sesuatu hal yang belum terjadi, tetapi tentu bukanlah sebuah pemikiran yang berlebihan. Itulah mengapa kita perlu memperkokoh diri dengan iman, prinsip-prinsip dan ilmu.

Menurut KBBI, iman adalah kepercayaan (yang berkenaan dengan agama); keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya ketetapan hati. Iman adalah sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan kita kepada Tuhan. Dalam hadits dari Umar bin Khatthab radhiyallahu'anhu, ia berkata, suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril, Jibril bertanya pada Rasulullah mengenai apa itu iman. فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ Artinya: "Beritahukanlah kepadaku apa itu iman." Rasulullah menjawab, "Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim).

Menurut Wikipedia, prinsip merupakan suatu pernyataan atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang atau kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu. Jadi dapat kita simpulkan bahwa prinsip merupakan suatu kebenaran yang dijadikan oleh seseorang atau kelompok sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak.

Sedangkan ilmu merupakan suatu usaha sistematis yang dapat dijelaskan dan diuji kebenarannya, segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu untuk menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Orang yang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman.

Dari ketiga penjelasan tersebut dapat kita kembangkan menjadi beberapa point penting agar kita dapat stabil, mempertahankan keimanan dan akal dalam menghadapi kesusahan atau ujian kehidupan.

pict by rawpixel.com free photo muslim praying in sujud posture

Pertama, memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT. Hal ini menjadi sangat penting. Karena sebaik-baiknya manusia adalah ia yang memiliki hati yang lembut dan sensitive akan ujian yang diberikan Allah SWT. Terus berpikir positif dan memaknai kesusahan itu. Menganggap bahwa kesusahan adalah panggilan Allah untuk kembali meminta kepadaNya. Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan cara memperbaiki sholat. Teruslah untuk tetap berada di jalanNya, melaksanakan sholat lima waktu di awal waktu, dan khusyuk dalam menjalankannya.

pict by rawpixel.com muslim women using misbaha to keep track of counting in tasbih

Kedua, memperbanyak dzikir dimanapun dan kapanpun. Dengan berdzikir kita selalu menyebut namaNYA, dengan demikian kita akan dapat memperoleh ketenangan jiwa. Meyakini bahwa Allah SWT adalah maha atas segalanya. Sebab itu kita akan terjauh dari rasa khawatir akan kemampuan kita dalam menghadapi kesusahan yang sedang kita hadapi.

freepik, free photo quran being held in hands close up


Ketiga, mentadaburi alquran. Kita tahu bahwa al-qurán adalah sumber ilmu yang di dalamnya terdapat segala-gala petunjuk. Sebab itu rajin-rajinlah mentadaburi al-qurán agar tidak kehilangan arah. Selain itu, al-qurán juga akan memberikan ketenangan batin.

freepik, free photo medium shoot woman holding hands

Keempat, berkumpulah dengan orang-orang sholeh. Di dalam islam juga kita telah diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada kebaikan. Salahsatunya, adalah berkumpul dengan orang-orang soleh. Dengan demikian kita juga akan merasakan manfaatnya. Mungkin dengan bertukar pikiran dan saling mendapat nasehat.

freepik, free photo lovely asian young lady portriat-happy woman lifestyle concept

Kelima, memperbanyak kesibukan positif dengan membaca. Buku adalah jendela dunia, artinya dengan membaca buku kita akan memperoleh informasi dari seluruh penjuru dunia. Di era sekarang ini, bacaan tidak lagi hanya bisa didapatkan melalui buku. Sudah banyak media digital yang juga bisa kita manfaatkan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, edukasi sudah lebih mudah didapatkan. Dakwah sudah bisa didengar lewat media sosial. Sebab itu, gunakanlah media sosial dengan sangat bijak.

freepik, teenager girl with hijab posing with copy space 

Keenam, mengobservasi kehidupan lampau dan memperbanyak mengevaluasi diri. Ketika kita dalam kesusahan, banyak di antara kita melamun atau menyesali hal yang terjadi. Ada juga yang sengaja pergi dari persoalan yang seharusnya dihadapi. Berhentilah melakukan hal itu dan lakukan observasi mulai dari kemarin hingga hari ke depan. Lingkari beberapa kesalahan agar tidak dilakukan lagi di kemudian hari. Sebagai manusia yang bijak, banyaklah melakukan observasi terhadap kehidupan yang dijalani, lalu lakukan beberapa evaluasi diri.


Ketujuh, menjauhi lingkungan yang buruk. Percayalah, bahwa ketika kita menghadapi suatu persoalan, tidak akan ada seorangpun yang akan benar-benar peduli sepenuhnya. Kamulah yang paling mengetahui kemampuanmu akan suatu persoalan, dan hanya kamulah yang paling mengetahui persoalanmu secara kompleks. Artinya, hanya kamu satu-satunya orang yang mampu menghadapi persoalan tersebut. Memilih lingkungan adalah salahsatu hal yang bijak. Sebab itu, jauhilah lingkungan yang buruk, teman-teman yang toxic hanya akan memanfaatkan waktu dan kondisi kamu.

Kedelapan, ikutilah majelis ilmu, baik itu seminar-seminar keagamaan, psikologis, dan atau ilmu-ilmu lainnya yang berguna bagi kehidupan dan pola pikir. Dengan demikian, secara tidak lansung, otak akan terasah kemampuannya dalam menghadapi suatu persoalan. Hal itu akan meminimalisis kesedihan, karena mental sudah lebih siap dalam menghadapi persoalan yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang.

Kesembilan, mengasah akal dan menjauhi diri dari hawa nafsu. Beberapa point sebelumnya sebenarnya sudah mengarah ke hal ini. Ketika kita sudah mendekatkan diri pada Allah SWT, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya, berkumpul dengan orang soleh, dan mengikuti majelis ilmu, dengan demikian kita sudah mengasah akal. Berikut analisalah kehidupan diri dengan mengaitkannya dengan ilmu-ilmu yang kita peroleh. Berhentilah mengikuti nafsu untuk menghibur diri dari persoalan yang terasa rumit, mengganggu pikiran, dan menguras tenaga itu. Tidak perlu belanja berlebihan, minum-minum,  berkumpul dengan orang-orang yang dianggap akan menghibur, dan hal-hal buruk lainnya. Percayakan pada diri kamu bahwa Allah memberikan ujian untuk kamu lewati agar naik kelas. Terus motivasi diri untuk berani menghadapi persoalan.

Kesepuluh, lakukanlah kegiatan yang positif seperti berolahraga, dsb.

Kesebelas, lakukan semuanya dengan konsisten.

4 komentar:

Cara Memilih Jurusan untuk Sekolah Lanjutan

Freepik, Architect making plan with laupe   Memilih jurusan sebenarnya bukan hanya untuk SMA yang mau masuk kuliah saja, tapi juga diperuntu...