![]() |
Freepik Free photo close up smiley woman with hijab
Setiap manusia pasti memiliki persoalannya masing-masing. Persoalan pada setiap orang ada yang berbeda dan ada pula yang sama. Meskipun demikian, sebagai mahkluk yang berakal kita bisa memperoleh pembelajaran dari setiap hal yang terjadi dengan selalu berpikir positif pada setiap hal. Sesekali manusia mungkin saja akan lemah dalam menghadapi persoalan itu. Hal itu merupakan reaksi mental yang belum siap dalam menghadapinya. Ada baiknya, kita menjadi seorang yang berpikir untuk sesuatu hal yang belum terjadi, tetapi tentu bukanlah sebuah pemikiran yang berlebihan. Itulah mengapa kita perlu memperkokoh diri dengan iman, prinsip-prinsip dan ilmu.
Menurut KBBI, iman
adalah kepercayaan (yang berkenaan dengan agama); keyakinan dan
kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya ketetapan hati. Iman
adalah sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan kita kepada Tuhan. Dalam
hadits dari Umar bin Khatthab radhiyallahu'anhu, ia berkata, suatu hari
Rasulullah SAW didatangi oleh Malaikat Jibril, Jibril bertanya pada Rasulullah
mengenai apa itu iman. فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ,
وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ
شَرِّهِ Artinya: "Beritahukanlah kepadaku apa itu iman." Rasulullah
menjawab, "Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para
malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu
beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim).
Menurut Wikipedia, prinsip merupakan
suatu pernyataan atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh
seseorang atau kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah
prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan
akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek
tertentu. Jadi dapat kita simpulkan bahwa prinsip merupakan suatu kebenaran yang
dijadikan oleh seseorang atau kelompok sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak.
Sedangkan ilmu merupakan
suatu usaha sistematis yang dapat dijelaskan dan diuji kebenarannya, segala
bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu untuk
menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Orang yang berilmu berarti orang yang
memiliki pengetahuan, pemahaman.
Dari ketiga penjelasan tersebut
dapat kita kembangkan menjadi beberapa point penting agar kita dapat stabil,
mempertahankan keimanan dan akal dalam menghadapi kesusahan atau ujian
kehidupan.
Pertama, memperbaiki hubungan kita dengan
Allah SWT. Hal ini menjadi sangat penting. Karena sebaik-baiknya manusia adalah ia
yang memiliki hati yang lembut dan sensitive akan ujian yang diberikan Allah SWT. Terus
berpikir positif dan memaknai kesusahan itu. Menganggap bahwa kesusahan adalah
panggilan Allah untuk kembali meminta kepadaNya. Cara pertama yang bisa kita
lakukan adalah dengan cara memperbaiki sholat. Teruslah untuk tetap berada di
jalanNya, melaksanakan sholat lima waktu di awal waktu, dan khusyuk dalam
menjalankannya.
![]() |
| pict by rawpixel.com muslim women using misbaha to keep track of counting in tasbih |
Kedua, memperbanyak dzikir dimanapun
dan kapanpun. Dengan berdzikir kita selalu menyebut namaNYA, dengan demikian
kita akan dapat memperoleh ketenangan jiwa. Meyakini bahwa Allah SWT adalah
maha atas segalanya. Sebab itu kita akan terjauh dari rasa khawatir akan
kemampuan kita dalam menghadapi kesusahan yang sedang kita hadapi.

freepik, free photo quran being held in hands close up
Ketiga, mentadaburi alquran. Kita tahu bahwa al-qurán adalah sumber ilmu yang di dalamnya terdapat segala-gala petunjuk. Sebab itu rajin-rajinlah mentadaburi al-qurán agar tidak kehilangan arah. Selain itu, al-qurán juga akan memberikan ketenangan batin.
![]() |
| freepik, free photo medium shoot woman holding hands |
Keempat, berkumpulah dengan orang-orang sholeh. Di dalam islam juga kita telah diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada kebaikan. Salahsatunya, adalah berkumpul dengan orang-orang soleh. Dengan demikian kita juga akan merasakan manfaatnya. Mungkin dengan bertukar pikiran dan saling mendapat nasehat.
![]() |
| freepik, free photo lovely asian young lady portriat-happy woman lifestyle concept |
Kelima, memperbanyak kesibukan positif dengan membaca. Buku adalah jendela
dunia, artinya dengan membaca buku kita akan memperoleh informasi dari seluruh
penjuru dunia. Di era sekarang ini, bacaan tidak lagi hanya bisa didapatkan
melalui buku. Sudah banyak media digital yang juga bisa kita manfaatkan untuk
memperoleh informasi dan pengetahuan, edukasi sudah lebih mudah didapatkan. Dakwah
sudah bisa didengar lewat media sosial. Sebab itu, gunakanlah media sosial
dengan sangat bijak.
![]() |
| freepik, teenager girl with hijab posing with copy space |
Keenam, mengobservasi kehidupan lampau dan memperbanyak mengevaluasi diri. Ketika kita dalam kesusahan, banyak di antara kita melamun atau menyesali hal yang terjadi. Ada juga yang sengaja pergi dari persoalan yang seharusnya dihadapi. Berhentilah melakukan hal itu dan lakukan observasi mulai dari kemarin hingga hari ke depan. Lingkari beberapa kesalahan agar tidak dilakukan lagi di kemudian hari. Sebagai manusia yang bijak, banyaklah melakukan observasi terhadap kehidupan yang dijalani, lalu lakukan beberapa evaluasi diri.
Ketujuh, menjauhi lingkungan yang buruk. Percayalah, bahwa ketika kita menghadapi
suatu persoalan, tidak akan ada seorangpun yang akan benar-benar peduli
sepenuhnya. Kamulah yang paling mengetahui kemampuanmu akan suatu persoalan,
dan hanya kamulah yang paling mengetahui persoalanmu secara kompleks. Artinya,
hanya kamu satu-satunya orang yang mampu menghadapi persoalan tersebut. Memilih
lingkungan adalah salahsatu hal yang bijak. Sebab itu, jauhilah lingkungan yang
buruk, teman-teman yang toxic hanya akan memanfaatkan waktu dan kondisi kamu.
Kedelapan, ikutilah majelis ilmu, baik itu seminar-seminar keagamaan, psikologis,
dan atau ilmu-ilmu lainnya yang berguna bagi kehidupan dan pola pikir. Dengan demikian,
secara tidak lansung, otak akan terasah kemampuannya dalam menghadapi suatu
persoalan. Hal itu akan meminimalisis kesedihan, karena mental sudah lebih siap
dalam menghadapi persoalan yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang.
Kesembilan, mengasah akal dan menjauhi diri dari hawa nafsu. Beberapa
point sebelumnya sebenarnya sudah mengarah ke hal ini. Ketika kita sudah mendekatkan
diri pada Allah SWT, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya, berkumpul
dengan orang soleh, dan mengikuti majelis ilmu, dengan demikian kita sudah
mengasah akal. Berikut analisalah kehidupan diri dengan mengaitkannya dengan
ilmu-ilmu yang kita peroleh. Berhentilah mengikuti nafsu untuk menghibur diri
dari persoalan yang terasa rumit, mengganggu pikiran, dan menguras tenaga itu. Tidak
perlu belanja berlebihan, minum-minum,
berkumpul dengan orang-orang yang dianggap akan menghibur, dan hal-hal
buruk lainnya. Percayakan pada diri kamu bahwa Allah memberikan ujian untuk
kamu lewati agar naik kelas. Terus motivasi diri untuk berani menghadapi
persoalan.
Kesepuluh, lakukanlah kegiatan yang positif seperti berolahraga, dsb.
Kesebelas, lakukan semuanya dengan konsisten.






MasyaaAllah, semoga kita semua bisa melakukan semuanya dengan konsisten.
BalasHapusAamiin
HapusSangat harus dicoba
BalasHapusSilahkan kakak
BalasHapus